Sabtu, 28 Januari 2012

biologi perkembangan secara vegetatif

Ada dua macam perkembangbiakan secara vegetatif, yaitu tanpa bantuan manusia (vegetatif alami) dan dengan bantuan manusia (vegetatif buatan).
A. Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif alami terdiri dari:
1.membelah diri
contoh: ganggang hijau
2.spora

Spora merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan. Spora dibentuk dan disimpan di dalam kotak spora yang disebut sporangium. Sporangium pada tumbuhan paku terletak dibalik daun.
Contoh: tumbuhan paku, jamur, suplir, ganggang
*paku tanduk rusa
*suplir
*jamur
3.akar tinggal
Akar tinggal (rizoma) adalah batang yang tertanam dan tumbuh di dalam tanah. Batang tersebut tumbuh secara mendatar dan tampak seperti akar
Ciri-ciri akar tinggal:
- mirip akar tetapi berbuku-buku dan pada ujungnya terdapat kuncup
- pada setiap buku terdapat daun yang berubah menjadi sisik
- pada setiap ketiak sisik terdapat tunas
Contoh: jahe, lengkuas, temu lawak, kunyit, alang-alang dan rumput
*temu lawak
*kunyit
4.umbi lapis
Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah: bawang bombay, bawang merah, bawang putih, bunga bakung, bunga tulip
*bawang bombay
*bunga bakung
5.umbi batang
Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang adalah: kentang dan ubi jalar
*ubi jalar
6.Umbi akar
Ciri-ciri umbi akar:
- tidak berbuku-buku
- tidak mempunyai kuncup dan daun
- tidak mempunyai mata tunas
Contoh: wortel dan bunga dahlia
*wortel
*bunga dahlia
7.geragih
Geragih (stolon) adalah batang yang menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah.
# Contoh tumbuhan bergeragih di atas permukaan tanah adalah arbei, pegagan, semanggi.
*pegagan
*semanggi
# Contoh tumbuhan bergeragih di bawah permukaan tanah adalah rumput teki
*rumput teki
8.tunas
Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adalah: pisang, cocor bebek, bambu, sukun, cemara
*pisang
*cocor bebek
B. Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan terdiri dari:
1.Cangkok
Langkah-langkah utama cara cara mencangkok adalah
- mengupas kulit batang
- bagian batang yang telah dikuliti dilapisi tanah subur
- dibungkus dengan sabut kelapa, ijuk, atau plastik
Keuntungan mencangkok adalah:
- tanaman hasil cangkokan cepat berbuah
- batang tidak terlalu tinggi
- sifat tanaman hasil cangkokan sama persis dengan induknya
Kerugian/kelemahan mencangkok adalah:
- tumbuhan hasil cangkokan kurang kokoh karena perakarannya dangkal
- tingkat kematian pada cangkokan tinggi
Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan berbatang kayu (memiliki kambium), seperti mangga, jeruk, durian, sawo, dsb.
2.Setek
Setek daun, Contohnya: cocor bebek, samio
Setek batang, contohnya: singkong, jeruk, euphorbia, adenium,
Setek akar, contohnya: cemara
3.Menempel (Okulasi)
Cara pembudidayaan tanaman dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan yang lain.
Misalnya: jeruk, durian, dsb
4.Sambung pucuk (enten)
Mengenten (sambung pucuk) merupakan cara pembudidayaan tumbuhan dengan cara penyatuan pucuk tumbuhan pada batang bawah tumbuhan lain.
Misalnya: menyambung batang tanaman singkong karet dengan singkong biasa.
5.Runduk
Batang tanaman dikerat sedikit, kemudian dilengkungkan (dirundukkan) ke tanah. Kemudian bagian yang dikerat ditimbun tanah basah.
Contoh: alamanda, arbei


C.        CARA KERJA
Okulasi (menempel)
1.       Tentukan jenis tanaman yang akan ditempel
2.       Tentukan pula jenis tanaman yang masih muda dengan diameter batang ± 1 cm (sebesar jari kelingking) dan berasal dari biji serta mempunyai sifat batang dan perakaran yang kuat, untuk dijadikan batang bawah
3.       Buat torehan persegi panjang dengan ukuran 1,5 x 2 cm pada batang bawah
4.       Ambil kulit yang berisi mata tunas dari ranting tanaman yang akan ditempel dengan ukuran yang sama dengan torehan pada batang bawah
5.       Tempelkan kulit bertunas pada batang bawah dan ikat dengan tali rafia dan tutuplah dengan celah-celah yang ada dengan menggunakan vaselin
6.       Setelah tunas baru tumbuh, bukalah tali pengikatnya dan potonglah bagian atas dari tanaman bawah
Menyambung
1.         Carilah tanaman bawah (root stock) kira-kira sebesar jari kelingking
2.         Potonglah batang tersebut secara miring dengan jarak lebih kurang 5 cm dari permukaan tanah dan beri sedikit sayatan pada potongan tersebut
3.         Ambillah ranting tanaman yang sejenis yang mempunyai sifat-sifat yang kita inginkan dan ukurannya kira-kira sama dengan ukuran batang bawah dan dipotong dengan kmeiringan yang sama dengan kemiringan potongan batang bawah dan diberi sedikit sayatan pada potongan batang bawah tersebut
4.         Sambungkan ranting tersebut dengan batang bawah, lalu ikat dengan menggunakan sloptip transparan atau tali rapia
5.         Buang ranting pada tanaman bawah dan jagalah tanaman tersebut agar tidak terkena sinar matahari terlalu banyak
Menyangkok
1.         Tentukan jenis tanaman yang anda inginkan untuk dicangkok, syaratnya memiliki cambium dan mudah anda jumpai
2.         Pilihlah cabang yang akan dicangkok dengan diameter ± 2,5 cm dan tidak berpenyakit
3.         Kulit cabang tanaman tersebut sepanjang ± 10 cm dan berjarak 10-15 cm dari pangkal cabang
4.         Buanglah kambiumnya dengan cara mengoreknya sampai bersih
5.         Biarkan mongering selama 6-2 jam
6.         Tutuplah bagian yang terbuka tersebut dengan tanah yang gembur dicampur kompos secukupnya
7.         Bungkuslah dengan sabut kelapa atau plastik dan ikatlah kedua ujungnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar